MAHATVA.ID -Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbang) Fordata tahun 2025 yang digelar di Balai Desa Romean, Selasa (29/4), menjadi panggung kuat bagi masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan mendesak yang belum juga terjawab selama bertahun-tahun.

Dalam forum tahunan ini, warga dari enam desa di Kecamatan Fordata secara lantang menuntut percepatan pembangunan Puskesmas baru, penyelesaian proyek Jalan Trans Yaru yang mangkrak, hingga solusi atas kekurangan guru dan abrasi pesisir. Seluruh aspirasi tersebut ditujukan agar program pembangunan tahun anggaran 2026 benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Infrastruktur Mangkrak, Pelayanan Dasar Masih Lemah

Sudah hampir 23 tahun sejak Kecamatan Fordata berdiri, namun sejumlah infrastruktur dasar masih jauh dari kata layak. Proyek Jalan Trans Yaru, yang menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian dari desa-desa seperti Adodo Fordata, Walerang, dan Sofyanin, hingga kini belum rampung. Kondisi ini memperparah ketertinggalan akses ekonomi antarwilayah.

Warga juga menyoroti belum tersedianya rumah dinas camat serta terkatung-katungnya proses pembebasan lahan untuk kantor Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Korwil Dikbud).

Puskesmas Baru Mendesak: Akses Layanan Kesehatan Terbatas

Permintaan paling mendesak dalam Musrenbang 2025 ini adalah pembangunan Puskesmas baru di wilayah utara Fordata. Warga dari tiga desa menegaskan bahwa lahan sudah disiapkan sejak lima tahun lalu, namun pembangunan belum juga dimulai. Akses layanan kesehatan yang terlalu jauh dari wilayah utara membuat masyarakat sering terlambat mendapatkan pertolongan medis.

Kami sudah terlalu lama menunggu. Janji pembangunan puskesmas harus ditepati tahun ini,” tegas seorang tokoh masyarakat.

Ancaman Abrasi dan Perubahan Iklim: Warga Minta Talut