Istri Korban Minta Presiden Turun Tangan.
MAHATVA.ID -Mutasi mendadak terhadap Warga Binaan Petrus Kait Londar ke Lapas Kelas II Ambon membuka tabir gelap atas dugaan praktik intimidasi, tindakan otoriter, dan ketidakpatuhan regulasi di Lapas Kelas III Saumlaki, Rabu (03/12/2025)
Aroma penyalahgunaan kewenangan menyeruak ke permukaan setelah istri korban, Elisabet Wandan, angkat bicara dan menuding adanya tekanan, teror, serta ancaman brutal yang dialami suaminya selama menjalani masa tahanan.
Kesaksian Elisabet meledak seperti granat di ruang publik. Dengan suara bergetar namun tegas, ia menyampaikan bahwa suaminya diperlakukan tidak manusiawi oleh oknum petugas yang disebut Roi Masela. Elisabet menanyakan:
“Kenapa suami saya ditekan begitu berat? Kenapa sampai dia takut makan makanan dari dapur lapas?”
Pernyataan itu disampaikan Elisabet setelah dan usai proses mediasi yang dihadiri Wakapolres KP. Tanimbar Wiluelmus Minanlarat, keluarga korban, dan para wartawan, Rabu (03/12/2025) pukul 14.00 WIT.
Paten!, SKK Migas Perkuat Koordinasi dengan Polri, Kapolri Dukung Penuh Kegiatan Hulu Migas
Elisabet mengaku lima hari penuh harus mengantarkan makanan untuk suaminya. Petrus K Londar menolak makan dari dapur lapas karena diduga ada tekanan dari oknum petugas.
“Dia diteror… Dia dipaksa. Bahkan orang dapur disuruh pukul suami saya. Suami takut diracuni, makanya selama lima hari dia hanya makan makanan dari rumah,” ungkap Elisabet.
Ia juga mengaku menerima laporan bahwa Roi Masela pernah masuk dalam keadaan mabuk setelah apel sore, lalu mengancam Petrus K Londar dengan suara keras dan perilaku agresif.

.png)