Jakarta, MAHATVA.ID — Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah jet tempur AS menembak jatuh sebuah drone milik Iran yang mendekati kapal induk Amerika di wilayah Timur Tengah.
Aksi tersebut dilakukan oleh jet tempur F-35C yang berpangkalan di kapal induk USS Abraham Lincoln, sebagai langkah pembelaan diri.
“Sebuah jet tempur F-35C dari Abraham Lincoln menembak jatuh drone Iran untuk membela diri,” kata juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, dalam pernyataan resmi yang dikutip dari AFP, Rabu (4/2/2026).
Kapal induk Abraham Lincoln diketahui telah dikirim ke Laut Arab sejak bulan lalu, seiring dengan peningkatan kekuatan militer AS di kawasan tersebut.
Bentrokan Kedua dalam Sehari
Insiden penembakan drone ini merupakan bentrokan kedua antara AS dan Iran dalam satu hari, Selasa (3/2/2026). Sebelumnya, pasukan Iran dilaporkan berupaya menahan sebuah kapal tanker berbendera AS di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.
Peristiwa ini terjadi di tengah upaya kedua negara untuk membuka kembali jalur diplomasi terkait program nuklir Iran.
Negosiasi Nuklir Tetap Dijadwalkan
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa utusan khusus AS, Steve Witkoff, masih dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan pihak Iran pada akhir pekan ini.




