MAHATVA.ID -Partai Amanat Nasional (PAN) secara terbuka mengambil posisi politik pro-pembangunan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) VI, DPD PAN meneguhkan dukungan penuh dan terstruktur terhadap seluruh agenda pembangunan pemerintah daerah, dengan satu tujuan utama: kemakmuran rakyat.
Sikap politik tersebut ditegaskan dalam rekomendasi resmi Musda VI PAN Kepulauan Tanimbar yang digelar di Kampung Kuliner Tiga Koki, Saumlaki, Minggu (21/12/2025).
Rekomendasi ini sekaligus menjadi penanda bahwa PAN memilih jalur sinergi, bukan oposisi, dalam mengawal arah pembangunan daerah.
Ketua Steering Committee Musda VI PAN Kepulauan Tanimbar, Bram Sarwuna, menegaskan bahwa seluruh keputusan Sidang Pleno Musda merupakan mandat politik resmi partai setelah melalui kajian internal yang mendalam dan menyeluruh.
“Rekomendasi Musda ini adalah wujud kewenangan dan tanggung jawab politik DPD PAN Kepulauan Tanimbar. Setelah mencermati dinamika internal dan eksternal, PAN secara tegas mendorong dan mendukung program Bupati dan Wakil Bupati yang berorientasi pada kesejahteraan serta kemakmuran masyarakat Tanimbar,” tegas Bram Sarwuna.
Menurut Bram, Musda VI PAN KKT secara prinsip menempatkan sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah sebagai fondasi utama pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak kepada rakyat.
“PAN tidak memilih berdiri di luar sistem pembangunan daerah. Kami berada di dalam, bersinergi, mengawal, dan memastikan kebijakan pemerintah daerah tetap sejalan dengan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Dalam dokumen rekomendasi eksternal, PAN mendorong pemerintah daerah agar menjalankan pembangunan secara lebih terarah dan berdampak langsung, mulai dari penguatan kedaulatan pangan, menjadikan desa sebagai lokomotif pembangunan, hingga berdampak pada percepatan penurunan angka kemiskinan.
PAN juga menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja baru melalui penyiapan tenaga kerja terampil agar mampu terserap dalam sektor-sektor strategis daerah, termasuk pengembangan kawasan industri dan optimalisasi potensi sumber daya alam.




