Maluku,MAHATVA.ID -Pembangunan Pasar Rakyat Ngrimase yang kini berdiri megah di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) bukanlah sekadar proyek fisik, melainkan buah dari perjuangan panjang, dukungan lintas pihak, dan kontribusi nyata masyarakat lokal. Di antara pihak yang berperan besar adalah PDK Kosgoro 1957 KKT serta sejumlah pejabat daerah pada masanya, yang bersama-sama meletakkan fondasi penting bagi terwujudnya pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat.
Tokoh muda Olilit, Ongen Rangkore, menegaskan bahwa sejarah perjuangan pasar ini tidak boleh dihapus dari ingatan. “Pasar ini dibangun untuk kepentingan masyarakat kecil. Itu komitmen yang harus dijaga dan dijalankan,” ujarnya kepada media ini, Minggu (10/8/2025).
Dari Krisis Dokumen ke Prioritas Nasional
Awalnya, Pasar Rakyat Ngrimase tercatat dalam rencana pembangunan pasca kunjungan Presiden Joko Widodo ke Tanimbar. Namun, dokumen rencana tersebut sempat menghilang dari arsip Kementerian Perdagangan RI, memicu kekhawatiran proyek strategis ini akan kandas.
Situasi genting itu mendorong langkah cepat mantan Penjabat Bupati KKT, Daniel Indei, yang menggandeng PDK Kosgoro 1957 untuk mengawal proses di tingkat pusat. Keputusan ini strategis mengingat adanya jalur koordinasi langsung dengan Wakil Menteri Perdagangan yang juga berlatar belakang Kosgoro dan Partai Golkar.
Pertemuan penting di Kementerian pun digelar melalui komunikasi politik yang difasilitasi PDK Kosgoro 1957. Hadir, Penjabat Bupati Daniel Indei, dua staf Bappeda, salah satunya Fiktor Malaka serta staf perwakilan KKT di Jakarta.
Namun Sesuai protokol, hanya Daniel Indei dan Ongen Rangkore yang diizinkan bertemu Menteri secara langsung untuk menyampaikan kepentingan daerah.
Tak berhenti di situ, pertemuan lanjutan bersama Wakil Menteri Perdagangan di Sermon Hotel membuahkan hasil penting: Pasar Rakyat Ngrimase kembali masuk daftar prioritas nasional. Bahkan, nilai anggarannya melonjak dari Rp35 miliar (usulan awal Pemda) menjadi Rp86 miliar. “Perjuangan ini murni untuk Tanimbar. Tidak ada dana dari Pemda, semua biaya perjalanan kami tanggung pribadi,” tegas Ongen.

.png)