MAHATVA.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong percepatan implementasi program Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah (PAUD) melalui kolaborasi bersama berbagai mitra pendidikan.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa langkah ini menjadi prioritas untuk memperluas akses pendidikan anak usia dini sebagai fondasi wajib belajar 13 tahun yang tercantum dalam RPJMN 2025–2029.

“Ditjen PAUD Dasmen senantiasa terbuka atas partisipasi seluruh mitra pendidikan untuk mempercepat implementasi program prioritas. Hanya dengan gotong royong, pendidikan bermutu untuk semua bisa benar-benar terwujud,” ujar Gogot.

Kolaborasi tersebut melibatkan organisasi keagamaan dan masyarakat, seperti LP Ma’arif NU, PP Muhammadiyah, PP Aisyiyah, MPKI, MNPK, Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis Indonesia, serta mitra internasional seperti UNICEF, INOVASI, dan Save the Children. Dari sinergi itu lahir Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama yang menekankan percepatan wajib 1 tahun PAUD.

Selain itu, berbagai inisiatif turut berjalan, seperti program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, pengembangan lingkungan belajar aman dan nyaman, hingga pelatihan keterampilan digital bagi sekolah penerima BOSP Kinerja.

Kemendikdasmen juga menyiapkan Nota Kesepahaman dengan mitra pendidikan untuk memastikan layanan PAUD bermutu terlaksana efektif dan berkelanjutan.