Vatikan, MAHATVA.ID -Pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia, Paus Leo, menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. 

Paus memperingatkan potensi terjadinya tragedi besar apabila eskalasi kekerasan tidak segera dihentikan.

Pernyataan moral tersebut disampaikan Paus Leo di Lapangan Santo Petrus usai memimpin ibadah Minggu (1/3/2026), sebagaimana dikutip dari Vatican News. Dalam pesannya, Paus menekankan pentingnya tanggung jawab moral para pemimpin dan pihak-pihak yang terlibat untuk mencegah situasi berkembang di luar kendali.

“Saya menyampaikan seruan yang tulus kepada pihak-pihak yang terlibat untuk memikul tanggung jawab moral guna menghentikan spiral kekerasan sebelum menjadi jurang yang tak dapat diperbaiki,” ujar Paus Leo di hadapan ribuan umat yang hadir.

Paus menandaskan bahwa stabilitas global tidak dapat dicapai melalui pendekatan militeristik maupun ancaman balasan. Menurutnya, jalan menuju perdamaian hanya dapat ditempuh melalui dialog yang rasional dan beritikad baik.

“Stabilitas dan perdamaian tidak dibangun melalui ancaman timbal balik atau melalui senjata, melainkan hanya melalui dialog yang rasional, tulus, dan bertanggung jawab,” tegas Sri Paus.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak luas terhadap keamanan internasional. Seruan dari Vatikan ini menegaskan kembali posisi Gereja Katolik yang konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui diplomasi dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Dengan pesan yang lugas dan terukur, Paus Leo mengingatkan bahwa setiap keputusan politik dan militer membawa konsekuensi kemanusiaan. Di tengah situasi global yang rentan, Paus menyerukan agar dialog kembali ditempatkan sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas dan mencegah penderitaan yang lebih luas.