MAHATVA.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap temuan awal terkait tewasnya dua prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon di bawah United Nations Interim Force in Lebanon.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan bahwa insiden yang terjadi pada 30 Maret 2026 di wilayah Bani Hayyan diduga disebabkan oleh ledakan bom di pinggir jalan (improvised explosive device/IED) yang menghantam konvoi pasukan penjaga perdamaian.
“Temuan awal menunjukkan bahwa ledakan di pinggir jalan menghantam konvoi mereka,” ujar Dujarric dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).
Dua Prajurit TNI Gugur dalam Insiden Ledakan
Dua prajurit TNI yang gugur dalam peristiwa tersebut adalah:
Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
Sertu Muhammad Nur Ichwaan
Keduanya tewas setelah kendaraan logistik yang mereka tumpangi hancur akibat ledakan di dekat Bani Hayyan.
Sebelumnya, Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, juga menyampaikan bahwa ledakan tersebut secara langsung menghantam konvoi UNIFIL.

