MAHATVA.ID – Sejumlah warga mengeluhkan buruknya pelayanan di Puskesmas Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Keluhan ini ramai dibicarakan di media sosial dan menjadi sorotan publik. Namun, hingga saat ini pihak terkait, termasuk Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, terkesan menghindar dari konfirmasi.
Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Tanjungsari
Ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan di Puskesmas Tanjungsari bukan hal baru. Beberapa warga mengungkapkan bahwa mereka mengalami pelayanan yang lambat, kurangnya obat, hingga sikap petugas medis yang dinilai kurang ramah dan kurang peduli.
Salah satu warga bahkan membagikan pengalaman pahitnya saat membawa keluarganya yang dalam kondisi darurat ke Puskesmas. Namun, pihak Puskesmas justru menolak dengan alasan tidak sanggup menangani pasien.
"Bukannya Puskesmas itu pusat kesehatan masyarakat yang seharusnya membantu masyarakat? Kenapa malah lepas tangan? Saya bawa kakek saya yang sudah darurat, tapi ditolak begitu saja. Tidak ada penanganan, tidak ada obat, seperti tidak peduli dengan keselamatan pasien!" ungkap seorang warga melalui media sosial.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya, yang merasa bahwa pelayanan di Puskesmas Tanjungsari jauh dari standar yang seharusnya. Bahkan, ada laporan bahwa pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan tetap dikenakan biaya tambahan saat menjalani rawat inap di Puskesmas tersebut.
"Saya pakai BPJS aktif, kelas 1, tapi tetap dikenakan biaya Rp225 ribu untuk menginap dua hari. Bagaimana ini? Bukannya seharusnya BPJS menanggung biaya perawatan? Kalau begini, bagaimana nasib warga kurang mampu?" ujar seorang pasien.
Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan Enggan Beri Tanggapan
Ketika dikonfirmasi terkait banyaknya keluhan ini, Kepala Puskesmas Tanjungsari justru terkesan menghindar dan enggan memberikan klarifikasi. Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Kepala Sekdis Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Dr. Agus, yang tidak memberikan tanggapan meski sudah dimintai konfirmasi.


