MAHATVA.ID -Pemerintah Desa Sofyanin, Kecamatan Fordata, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, resmi mengukir sejarah baru dengan menghidupkan kembali pentas adat “Tnabar Ilaa”, sebuah warisan budaya Pela yang sempat vakum sejak dekade 1970-an. Momen bersejarah ini ditandai dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2025) malam, yang berlangsung khidmat di halaman kediaman Kepala Desa Sofyanin.

Langkah revitalisasi budaya tersebut dipandang sebagai strategi kultural untuk memperkuat identitas masyarakat sekaligus mempererat hubungan persaudaraan adat dengan desa-desa Pela yang telah lama tidak terjalin kunjungan.

“Budaya Pela Tabar adalah warisan leluhur yang harus kita rawat dan lestarikan. Melalui kebangkitan budaya ini, kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong serta memperteguh kebersamaan masyarakat dalam bingkai adat dan pembangunan,” ujar Kepala Desa Sofyanin dalam sambutannya.

Selain meluncurkan komitmen kebangkitan budaya, Pemerintah Desa Sofyanin juga memberikan penghargaan kepada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang dinilai telah mengemban tugas dengan disiplin tinggi. Apresiasi serupa diberikan kepada para pemenang lomba peringatan HUT RI, mulai dari juara utama hingga juara harapan, sebagai bentuk dorongan partisipasi aktif masyarakat.

Rangkaian perayaan semakin semarak dengan lomba kebersihan lingkungan, pertunjukan Tnabar Ilaa, serta gerak jalan yang melibatkan seluruh elemen warga. Puncaknya, acara ramah tamah memperkokoh semangat kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat Sofyanin.

Tokoh adat Moce Waturu, dalam kesempatan itu, menyerukan agar Pemerintah Desa segera merealisasikan kunjungan adat ke desa-desa Pela yang terakhir kali dilaksanakan pada tahun 1972 di Desa Watidal. “Sudah terlalu lama ikatan Pela tidak disambung. Kini saatnya Desa Sofyanin menghidupkan kembali kunjungan adat ke saudara-saudara Pela,” tegasnya.

Adapun desa-desa Pela yang menjadi ikatan persaudaraan Sofyanin mencakup Watidal, Romean, Welutu, Rumasalut, Alusi Krawain, Manglusi, serta ikatan adat yang akan terus dijalin dengan Desa Makatian.

Dengan momentum ini, Pemerintah Desa Sofyanin menegaskan tekadnya untuk tampil sebagai desa berdaya saing, berbudaya, dan berintegritas, sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan yang berakar pada nilai adat, gotong royong, dan persaudaraan masyarakat Tanimbar.