Aceh Tengah, MAHATVA.ID – Pemerintah terus mempercepat pemulihan akses darat ke wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah. Hingga pertengahan Januari 2026, sebanyak 24 desa di lima kecamatan masih mengalami keterisolasian akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, desa-desa terisolasi tersebut tersebar di Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge, dengan total 10.914 jiwa terdampak.

Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyebutkan bahwa kerusakan infrastruktur menjadi tantangan utama dalam pemulihan akses.

“Akses darat menjadi tantangan utama karena longsor dan putusnya sejumlah jembatan. Penanganan dilakukan bertahap agar mobilitas dan distribusi logistik dapat segera normal,” ujar Murthalamuddin, Kamis (15/1/2026).

Ketol Jadi Wilayah Terparah

Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan jumlah desa terisolasi terbanyak, yakni sembilan desa: Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang, dan Burlah. Sebanyak 4.951 jiwa terdampak akibat jembatan terputus dan longsor yang menutup badan jalan.

“Beberapa desa seperti Serempah dan Bah sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, namun kendaraan roda empat masih belum dapat melintas,” jelas Murthalamuddin.

Akses Terbatas di Kecamatan Lain

Di Kecamatan Bintang, satu desa yakni Serule masih terisolasi dengan 582 jiwa terdampak akibat longsor yang menutup total akses jalan.