MAHATVA.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah sedang menyiapkan program besar untuk memperkuat deteksi dini kanker paru, salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan saat Pertemuan Tahunan ke-5 Asian Association for Pediatric and Congenital Heart Surgery (AAPCHS) yang dirangkaikan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan Himpunan Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular Indonesia (PIT HBTKVI) di Bali.

Kanker Paru Jadi Prioritas Infrastruktur Kesehatan

Menkes Budi menyebut kanker paru ditetapkan sebagai prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur kesehatan nasional. Menurutnya, strategi utama bukan hanya pada pengobatan, melainkan skrining dan deteksi dini.

“Kalau kita bisa identifikasi sejak awal, maka peluang hidup pasien jauh lebih besar,” ujarnya, dikutip dari InfoPublik, Senin (8/9/2025).

Ia menekankan bahwa pasien kanker yang terdeteksi pada stadium awal lebih berpeluang sembuh hanya dengan operasi, tanpa harus menjalani kemoterapi atau radioterapi.

Fasilitas Skrining Kanker Diperluas

Sebagai langkah nyata, Kementerian Kesehatan sedang mendistribusikan CT Scan dosis rendah ke seluruh kota di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan layanan kesehatan melakukan skrining kanker paru dengan lebih cepat, akurat, dan merata.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 514 laboratorium imunohistokimia di berbagai kota untuk mendukung diagnosis kanker dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.