MAHATVA.ID -Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap upaya penanggulangan bencana. Pernyataan ini ditegaskan saat pelaksanaan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana yang digelar di Balai Desa Tutukembong, Kecamatan Nirunmas, pada Jumat (29/8)
Kegiatan strategis yang berlangsung sejak pukul 11.30 WIT ini dihadiri oleh Camat Nirunmas, lima kepala desa se-Kecamatan Nirunmas, jajaran BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, serta masyarakat setempat. Kehadiran unsur pemerintahan dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa mitigasi bencana merupakan tanggung jawab kolektif demi penyelamatan jiwa dan perlindungan warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Bruno Layan, dalam arahannya menekankan bahwa prinsip keselamatan harus mengatasi segala kepentingan politik maupun administratif.
“Keselamatan jiwa adalah hukum tertinggi. Prinsip ini bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi merupakan panggilan bersama seluruh elemen bangsa untuk melindungi kehidupan dan keberlangsungan generasi mendatang,” tegas Bruno.
Dalam sesi edukasi, BPBD menyampaikan materi strategis mengenai klasifikasi bencana dan langkah-langkah mitigasi. Pengetahuan ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat, memperkuat kesiapan desa, serta menanamkan budaya siaga yang berkesinambungan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman alam.
Lebih lanjut, peserta dibekali dengan panduan praktis menghadapi gempa bumi, mulai dari menjaga ketenangan, melindungi kepala dan tubuh, menghindari kepanikan massal, hingga melakukan evakuasi mandiri secara tertib dan teratur. Arahan ini menjadi pedoman penting agar masyarakat dapat bertindak cepat, tepat, dan aman saat bencana terjadi.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui BPBD menegaskan terdapat delapan potensi bencana utama yang mengancam wilayah ini, yakni: gelombang ekstrem dan abrasi, cuaca ekstrem, kekeringan, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, serta tsunami.
Sosialisasi KIE ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan praktik simulasi pencegahan serta mitigasi bencana. Dalam penutupannya, Kepala BPBD menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta.
“Informasi kebencanaan merupakan kebutuhan mendesak bagi kita semua. Program ini kami jalankan untuk membangun kesadaran pra-bencana, agar masyarakat siap siaga dan mampu melakukan evakuasi mandiri ketika ancaman datang kapan saja,” ujar Bruno Layan.


