MAHATVA.ID — Sebanyak 44 pemilik lahan di kawasan PT Ferry Sonnevile, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menggelar pertemuan penting guna membahas rencana revisi siteplan yang selama ini dinilai merugikan mereka. Pertemuan ini dilangsungkan di Pos Silet, Desa Tlajung Udik, pada Rabu (23/04/2025).

Pertemuan ini diwarnai dengan suara aspiratif para pemilik lahan yang meminta kejelasan serta perubahan terhadap siteplan PT Ferry Sonnevile yang diketahui diterbitkan pada tahun 2016 lalu.

Subandi, salah satu pemilik lahan yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan keresahannya terkait keberadaan siteplan tersebut.

"Kami selaku pemilik tanah sekaligus pengusaha merasa dirugikan dengan adanya siteplan tersebut. Kami ingin keluar dari area yang masuk dalam rencana tata kawasan PT Ferry Sonnevile, agar bisa mengurus administrasi dan usaha kami dengan lebih mudah," ujarnya.

Subandi juga menekankan bahwa kenyamanan dalam menjalankan usaha sangat penting bagi para pengusaha lokal. Ia berharap pemerintah turut hadir dan memfasilitasi penyelesaian persoalan ini.

"Kami menginginkan usaha yang nyaman tanpa ada gangguan atau perselisihan. Dengan begitu, kami bisa memberikan manfaat lebih, seperti menyerap tenaga kerja dan berkontribusi untuk lingkungan sekitar," imbuhnya.

Di akhir forum, para pemilik lahan sepakat untuk segera menyusun dan mengajukan surat permohonan resmi kepada instansi terkait, guna meninjau dan merevisi siteplan PT Ferry Sonnevile agar lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat lokal.