Bogor, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyatakan dukungannya terhadap wacana Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pemberian upah sebesar Rp 50 ribu per hari bagi warga yang bersedia menanam pohon. Program ini digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai upaya memperbaiki kondisi hutan yang semakin kritis.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan bahwa langkah Pemprov Jabar patut diapresiasi karena mendorong kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
“Ini bentuk kepedulian dan kebijakan inisiatif dari Pak KDM yang harus kita dukung. Menurut saya ini persoalan penting untuk mendukung setiap penanaman pohon,” kata Teuku Mulya blom lama ini.
Teuku menegaskan bahwa seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, memiliki tanggung jawab yang sama untuk melindungi lingkungan. Ia mencontohkan sejumlah daerah yang terdampak bencana akibat hilangnya tutupan hutan.
“Kita sudah melihat bagaimana dampak dari hilangnya hutan atau banyaknya penebangan pohon di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” kata Teuku.
Meski mendukung, Pemkab Bogor mengakui masih ada persoalan teknis yang perlu diselesaikan, terutama terkait sumber pembiayaan upah bagi warga yang melakukan penanaman pohon.
“Apakah anggarannya dari Jawa Barat atau dishare ke kabupaten/kota? Sementara banyak daerah yang sudah mengetuk palu APBD dan tidak mengalokasikan anggaran untuk program ini,” jelas Teuku.
Ia juga mempertanyakan apakah program tersebut sudah masuk dalam APBD Provinsi Jawa Barat 2025, atau baru akan dirancang untuk APBD 2026.
“Itu problemnya dari sisi anggaran,” tambahnya.



