Bogor, MAHARVA.ID — Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan penanganan cepat terhadap warga terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur. Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan bencana.

Berdasarkan pendataan sementara, tercatat sebanyak 38 kepala keluarga (KK) mengalami kerusakan rumah berat. Selain itu, terdapat 20 KK lainnya yang meskipun rumahnya tidak rusak, berada di atas tanah yang masih bergerak dan berpotensi membahayakan. Dengan demikian, total warga terdampak mencapai sekitar 58 KK atau dibulatkan menjadi kurang lebih 60 kepala keluarga.

“Hari ini pemerintah turun langsung untuk memastikan keselamatan warga. Yang terpenting adalah menyelamatkan masyarakat. Keselamatan berada di atas segalanya,” tegas Rudy Susmanto.

Pada tahap awal, warga sempat ditempatkan di tenda pengungsian. Namun Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan mulai sore hingga malam hari ini tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda.

Sebagai solusi sementara, Pemkab Bogor menanggung biaya sewa rumah bagi seluruh warga terdampak selama enam bulan ke depan. Warga diperbolehkan menempati rumah keluarga, kerabat, atau mencari rumah sewa secara mandiri dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah.

Untuk bantuan sewa rumah, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp750.000 per bulan per kepala keluarga, yang dibayarkan sekaligus untuk enam bulan pertama. Anggaran tersebut bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT).

Selain relokasi sementara, Pemerintah Kabupaten Bogor akan menurunkan tim geologi guna mengkaji kondisi struktur tanah di lokasi bencana. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar kebijakan lanjutan, termasuk perbaikan maupun rekonstruksi rumah warga yang terdampak.

Apabila hasil kajian menyatakan wilayah tersebut tidak layak huni, pemerintah akan mengedepankan musyawarah dengan tokoh masyarakat dan warga untuk membahas kemungkinan relokasi permanen.

“Kami tidak akan mengambil keputusan sepihak. Semua akan dibahas bersama masyarakat dengan pendekatan persuasif,” ujarnya.