SAUMLAKI, MAHATVA.ID -Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui Dinas Pariwisata menyatakan komitmen penuh dalam mendukung dan menyukseskan perhelatan internasional Sail Darwin–Saumlaki 2025 atau Darwin–Saumlaki Yacht Race and Rally (DSYRR) 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada bulan September 2025 mendatang.
Kegiatan bergengsi ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan The Darwin Sailing Club, serta menjadi wujud nyata penguatan hubungan bilateral di bidang pariwisata bahari antara Indonesia dan Australia.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Drs. Imanuel J. F. Unmehopa, menyampaikan bahwa penyelenggaraan DSYRR 2025 merupakan momentum emas untuk memperkenalkan potensi pariwisata unggulan Tanimbar di mata dunia.
“Darwin–Saumlaki Yacht Race and Rally (DSYRR) 2025 bukan sekadar ajang olahraga perahu layar, melainkan juga sarana diplomasi pariwisata yang strategis untuk mempromosikan kekayaan budaya, keindahan alam, serta keramahan masyarakat Kepulauan Tanimbar kepada dunia internasional,” ujar Unmehopa dalam keterangannya, Senin (4/8/2025).
Selain itu, Ajang ini akan melibatkan partisipasi aktif para yachter asal Australia yang berlayar dari Darwin menuju Saumlaki. Setibanya di Tanimbar, mereka akan disambut secara resmi oleh Pemerintah Daerah dalam sebuah seremoni kehormatan, dilanjutkan dengan berbagai aktivitas wisata yang dikurasi secara profesional oleh Dinas Pariwisata.
Terlepas dari itu, lanjut Unmehopa, Berbagai paket wisata yang disiapkan akan menampilkan destinasi unggulan, kekayaan seni budaya lokal, serta keunikan tradisi masyarakat Tanimbar. Pengalaman ini diharapkan mampu membekas dalam ingatan para peserta dan mendorong peningkatan arus kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah Duan Lolat pada masa mendatang, harapnya.
Tidak hanya berorientasi pada promosi destinasi, DSYRR 2025 juga mengusung misi sosial dan kemanusiaan. Sebagai bentuk solidaritas antarbangsa, The Darwin Sailing Club dijadwalkan akan menyerahkan bantuan perlengkapan pendidikan dan alat kesehatan dasar kepada sekolah-sekolah serta fasilitas kesehatan seperti Puskesmas di wilayah Tanimbar.
Langkah ini tidak hanya mencerminkan semangat persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Australia, tetapi juga membawa dampak nyata bagi pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan di daerah perbatasan ini.
Unmehopa menambahkan, pemilihan bulan September didasarkan pada jadwal pendaftaran peserta dari Australia yang masih terbuka hingga pertengahan Agustus 2025. Hal ini memberikan ruang yang cukup bagi panitia lokal dalam menyiapkan seluruh aspek teknis dan logistik secara optimal.


