Saumlaki, MAHATVA.ID -Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kepulauan Tanimbar, Somalay Batlayeri, mewakili pemerintah daerah, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Aula Gedung Kementerian Agama Saumlaki, Jumat (23/1/2026).
Dalam sambutannya, Batlayeri menyampaikan apresiasi kepada KNPI dan seluruh elemen kepemudaan atas terselenggaranya Musda sebagai forum strategis konsolidasi organisasi dan regenerasi kepemimpinan pemuda di Kepulauan Tanimbar.
Ia menjelaskan bahwa KNPI memiliki mandat historis sejak berdiri pada 1973 sebagai wadah pemersatu organisasi kepemudaan lintas latar belakang, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional dan daerah.
“Musda bukan semata agenda memilih pimpinan, tetapi momentum menghadirkan visi, energi, dan gagasan baru untuk mendorong kemajuan Kepulauan Tanimbar yang sedang bertransformasi,” jelas Batlayeri.
Pemerintah daerah, kata Dia, memandang pemuda sebagai kekuatan strategis pembangunan yang dituntut memiliki disiplin, integritas, serta kemampuan membangun komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Ia menekankan bahwa disiplin organisasi dan komunikasi yang sehat menjadi prasyarat penting agar pemuda mampu berperan aktif dan konstruktif dalam pembangunan daerah.
Terkait tema Musda IV KNPI, Batlayeri menilai persatuan pemuda harus diwujudkan secara nyata melalui kerja kolektif lintas organisasi, tanpa terjebak pada kepentingan sempit yang berpotensi melemahkan peran strategis pemuda.
Dalam konteks kebangsaan, ia juga mengingatkan bahwa tantangan kepemudaan saat ini semakin kompleks, mulai dari keterbatasan lapangan kerja, persoalan sosial, hingga minimnya akses pengembangan kapasitas pemuda di tingkat akar rumput.
“Di banyak desa, pemuda memiliki potensi besar, namun belum sepenuhnya mendapat ruang dan dukungan sistemik untuk berkembang. Di sinilah peran KNPI menjadi sangat penting,” katanya.


