Bogor, MAHATVA.ID — Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong kembali menunjukkan hasil positif. Warga binaan, dengan pendampingan petugas, berhasil melaksanakan panen telur ayam petelur dari kegiatan peternakan yang dikelola secara berkelanjutan, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan di lingkungan Lapas Cibinong, sekaligus menjadi wujud nyata implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam aspek pemberdayaan warga binaan dan pengembangan keterampilan bernilai ekonomi.
Peternakan ayam petelur di Lapas Kelas IIA Cibinong dikelola secara terstruktur dengan pendampingan petugas pemasyarakatan. Warga binaan dilibatkan aktif mulai dari perawatan ternak, pengelolaan pakan, pemantauan kesehatan ayam, hingga proses panen dan pencatatan hasil produksi.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis beternak, tetapi juga dibekali nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja produktif sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa program peternakan ayam petelur merupakan salah satu bentuk konkret pembinaan kemandirian yang selaras dengan kebijakan dan program prioritas Kemenimipas.
“Panen telur ayam ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkesinambungan. Program ini kami rancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi, sekaligus mendukung ketahanan pangan sebagaimana tertuang dalam 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Wisnu.
Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa pembinaan kemandirian melalui kegiatan peternakan juga berperan penting dalam membentuk budaya kerja warga binaan yang disiplin, produktif, dan bertanggung jawab, sehingga mereka memiliki kesiapan mental dan keterampilan saat kembali dan beradaptasi di masyarakat.
Manfaat program ini turut dirasakan langsung oleh warga binaan peserta kegiatan. Salah satu warga binaan berinisial G mengungkapkan rasa bangga dan optimisme atas keterampilan yang diperolehnya.
“Awalnya saya tidak punya pengalaman beternak. Sekarang saya sudah paham cara merawat ayam petelur sampai panen telur. Ilmu ini sangat berarti bagi saya dan bisa menjadi bekal usaha setelah saya bebas nanti,” ungkapnya.

.png)