MAHATVA.ID - Mulai tahun 2025, Pemerintah Indonesia melalui Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan program baru, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menyasar kelompok balita, anak sekolah, ibu menyusui, dan ibu hamil. Dengan total anggaran sebesar Rp 71 triliun, program ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi permasalahan gizi di Indonesia.
Sasaran dan Anggaran Program
Program MBG di Indonesia ditargetkan menjangkau 19,47 juta penerima manfaat. Dari total anggaran Rp 71 triliun, sebesar Rp 63,36 triliun dialokasikan untuk pemenuhan gizi nasional, sedangkan sisanya digunakan untuk mendukung manajemen operasional. Harga per porsi makanan ditetapkan sebesar Rp 10.000 oleh BGN.
Inspirasi dari Negara Tetangga
Program MBG bukanlah hal baru di tingkat global. Menurut Global Survey of School Meal Programs yang dilakukan oleh Global Child Nutrition Foundation (GCNF) antara Juli 2021 hingga Maret 2022, terdapat 118 negara yang telah menerapkan program makan gratis di sekolah, menjangkau total 330,3 juta anak. Di kawasan Asia Tenggara, tujuh dari sepuluh negara telah melaksanakan program serupa.
Pelopor Program di Asia Tenggara
- Thailand: Memulai program sejak 1952 melalui pemberian susu di sekolah. Hingga saat ini, Thailand menganggarkan 1,04 miliar dolar AS (sekitar Rp 16,7 triliun) untuk 3,9 juta anak sekolah dengan rata-rata harga per porsi Rp 16.327.
- Malaysia: Meluncurkan program Bantuan Makanan Bermasak pada 1971 dengan anggaran sebesar 185,3 juta dolar AS untuk 1 juta anak sekolah. Rata-rata biaya per porsi makanan adalah Rp 11.301.
- Filipina: Memulai pada 1997.
- Kamboja: Diluncurkan pada 1999.
- Laos: Mulai pada 2002.
- Brunei Darussalam: Meluncurkan program pada 2018.
- Timor Leste: Memulai pada 2005.
Namun, cakupan penerima manfaat tidak selalu universal. Di Thailand, hanya 32,7 persen dari total 12 juta anak sekolah yang menerima makan gratis. Sementara di Malaysia, jumlah penerima manfaat mencapai 13,9 persen dari total 7,2 juta anak sekolah.


