MAHATVA.ID – Aktivitas truk pengangkut material bahan baku proyek Bendungan Cijurey semakin dikeluhkan warga Desa Mekarwangi-Selawangi, Kabupaten Bogor. Selain melanggar Peraturan Daerah (Perda) terkait jam operasional, iring-iringan truk ini dianggap merusak jalan desa dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Kemacetan dan Kerusakan Jalan Meningkat
Setiap hari, jalan kabupaten yang sempit dipenuhi truk besar yang beriringan hingga tiga hingga lima kendaraan sekaligus. Padahal, jalan tersebut bukan diperuntukkan bagi kendaraan bertonase besar seperti truk tambang.
"Seharusnya kepentingan masyarakat didahulukan dibanding proyek besar yang malah menyengsarakan warga," ungkap seorang pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya.
Selain menutup akses jalan, kondisi jalan Mekarwangi-Selawangi kian rusak parah akibat beban berlebih dari truk pengangkut material tersebut. Pada musim hujan, jalan menjadi licin dan berlubang, sementara saat musim panas, debu bertebaran mengganggu warga sekitar.
Pelanggaran Perda dan Jam Operasional
Warga menyoroti pelanggaran jam operasional truk yang seharusnya diatur dalam Perda Kabupaten Bogor.
"Kami bukannya menolak proyek pemerintah, tapi aturan jam operasional harus dipatuhi. Jalan ini jalan kabupaten, bukan jalan provinsi. Kenapa perdanya dilanggar?" keluh seorang warga Desa Karyamekar.
Selain itu, suara bising dari truk yang terus melintas juga mengganggu kenyamanan warga.

.png)