MAHATVA.ID– Proyek pembangunan Jalan Wunlah, Kecamatan Wuarlabobar, yang dikerjakan oleh CV. Pancha Argo Sarana sempat mendapat sorotan terkait kualitas pekerjaan yang dianggap buruk oleh warga setempat. Namun, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bina Marga Kepulauan Tanimbar memberikan klarifikasi bahwa proyek tersebut telah dikerjakan sesuai prosedur.  

Prosedur dan Mekanisme Pekerjaan Jalan

PPTK Bina Marga, Yani Laratmase, menjelaskan bahwa pekerjaan jalan di Desa Wunlah mengikuti tahapan teknis yang telah ditentukan.  

“Proses pengerjaan dimulai dengan hamparan batu pokok, batu onderlagh, batu pengunci, kemudian digilas sebelum diaspal. Pengerjaan ini dilakukan dalam dua lapis, sesuai dengan prosedur yang telah diawasi secara langsung,” jelas Laratmase.  

Ia juga menambahkan bahwa batu yang digunakan telah melalui uji laboratorium untuk memastikan kelayakan material.  

Kendala Material Lokal

Salah satu tantangan utama adalah sulitnya mendapatkan material lokal berkualitas di Wunlah. Penyedia terpaksa mengambil material dari daerah Lingada dan Abat, yang memerlukan transportasi tambahan menggunakan eskavator, motor laut, dan truk. Proses ini memperpanjang waktu pengerjaan dan meningkatkan biaya operasional.  

“Material lokal di Wunlah sangat terbatas. Penyedia bahkan harus mengambil material dari daerah Bomaki, yang memerlukan dua kali transportasi sebelum sampai ke lokasi pekerjaan,” ungkapnya.  

Masalah Drainase dan Pengaruh Curah Hujan