MAHATVA.ID – Dalam upaya mendukung transisi energi nasional menuju target net zero emission, Bupati Sukabumi Asep Japar meresmikan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 4,6 megawatt-peak (MWp) di kawasan PT Pratama Abadi Industri, Selasa (11/11/2025).

Peresmian berlangsung di area pabrik yang berlokasi di Jalan Sukabumi–Cianjur KM 14, Blok Satong Parigi, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Sukabumi Andreas, serta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemkab Sukabumi.

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah inovatif PT Pratama Abadi Industri yang dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam percepatan penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

“Kami sangat mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan oleh PT Pratama Abadi Industri. Pemanfaatan energi surya ini bukan hanya mendukung efisiensi energi, tetapi juga menjadi contoh bagi industri lain untuk bergerak ke arah yang lebih berkelanjutan,” ujar Asep Japar.

Ia menegaskan, proyek PLTS atap ini merupakan pilot project pertama di Kabupaten Sukabumi, sekaligus pembuktian bahwa sektor industri dapat berperan aktif dalam transformasi energi bersih.

“Mudah-mudahan proyek ini sukses dan menjadi inspirasi bagi industri lain di Sukabumi untuk mengikuti jejak serupa,” tambahnya.

Menurut Asep, penerapan PLTS atap akan meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil yang tidak ramah lingkungan. Pemerintah daerah pun menargetkan agar langkah serupa dapat berkontribusi terhadap tercapainya Sukabumi Net Zero Emission 2060.

Sementara itu, Sustainability Business Senior Manager PT Pratama Abadi Industri, Novian Nur Syarif, menjelaskan bahwa pemasangan PLTS ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat komitmen menuju operasional yang efisien dan ramah lingkungan.

“Pemasangan panel surya ini adalah langkah awal kami menuju pabrik hijau yang berkelanjutan. Ini bukan proyek citra hijau, tetapi investasi jangka panjang untuk efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon,” jelas Novian.