Jakarta, MAHATVA.ID – Presiden Prabowo Subianto membawa pulang kesepakatan investasi senilai 4 miliar poundsterling atau setara Rp91,67 triliun usai melakukan lawatan ke sejumlah negara Eropa, yakni Inggris, Swiss, dan Prancis.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah capaian strategis, terutama di bidang investasi, pendidikan, perdamaian global, serta kerja sama ekonomi internasional.

Salah satu kesepakatan utama adalah kerja sama investasi sektor maritim dengan Inggris, yang mencakup pembangunan 1.582 kapal ikan. Proyek tersebut akan diproduksi di dalam negeri dan diproyeksikan mampu menyerap hingga 600 ribu tenaga kerja.

“Kerja sama ini menjadi bagian dari penguatan industri maritim nasional sekaligus penciptaan lapangan kerja dalam skala besar,” ujar Teddy.

Selain sektor maritim, Indonesia juga menjalin kerja sama pendidikan dengan 24 universitas terbaik di Inggris, khususnya di bidang kedokteran serta sains, teknologi, dan matematika (STEM). Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperluas akses pendidikan global.

Dalam konteks diplomasi internasional, Indonesia juga resmi bergabung dalam Board of Peace, sebuah inisiatif global yang bertujuan mendorong perdamaian di Gaza, Palestina.

Dalam rangkaian lawatan tersebut, Presiden Prabowo juga memaparkan konsep ekonomi nasional Prabowonomics dalam forum World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss. Konsep ini menekankan pada kemandirian ekonomi, industrialisasi, serta penguatan sektor strategis nasional.

Selain itu, Prabowo turut memperkuat kerja sama strategis dengan Prancis di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pertahanan, hingga pengembangan teknologi.

Lawatan Eropa ini menjadi bagian dari upaya diplomasi aktif pemerintah Indonesia untuk menarik investasi, memperluas kemitraan strategis, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global.