Bogor, MAHATVA.ID - Polisi menyebut gelombang pertama puncak arus wisata di kawasan Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, pada momen libur Idul Fitri 1447 H telah terjadi pada Senin (23/3/2026). Jumlah kendaraan yang melintas bahkan mencapai angka fantastis, yakni 94.000 unit dalam sehari.
Kapolres Bogor, Wikha Ardilestanto, mengungkapkan bahwa lonjakan arus wisata sudah terlihat sejak hari pertama Lebaran. Saat itu, jumlah kendaraan tercatat sekitar 56.000 unit.
Pada hari kedua, volume kendaraan kembali meningkat menjadi 83.000 unit yang keluar masuk melalui Gerbang Tol Ciawi.
“Puncaknya terjadi kemarin malam, itu ada 94.000 kendaraan yang naik maupun turun di wilayah Puncak melalui GT Ciawi,” ujar Wikha di Pos Hoegeng Gadog, Selasa (24/3/2026).
Memasuki hari ketiga, kondisi lalu lintas mulai menunjukkan penurunan. Berdasarkan pemantauan petugas, jumlah kendaraan yang melintas saat ini berada di bawah 2.500 kendaraan per jam, lebih rendah dibandingkan dua hari sebelumnya yang sempat menembus 3.000 kendaraan per jam.
“Hari ini sudah kita pantau dari pagi arusnya cukup terkendali,” jelasnya.
Meski terjadi penurunan, pihak kepolisian tetap memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan. Sistem satu arah (one way) diberlakukan menuju Puncak pada pagi hari, serta one way ke arah Jakarta pada siang hari.
“Pukul 12.30 WIB kita melaksanakan one way ke bawah (arah Jakarta), karena arus masyarakat dari arah Cianjur maupun wisatawan yang menginap di Puncak sudah check out dan kembali ke Jakarta,” tuturnya.
Selain itu, polisi juga mulai mengantisipasi potensi gelombang kedua arus wisata. Saat ini, pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor untuk memantau tingkat okupansi hotel, khususnya pada tanggal 28 dan 29 Maret 2026.




