Jakarta, MAHATVA.ID — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Daerah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memimpin Rapat Kepemimpinan (Rapim) perdana tahun 2026 yang digelar pada Senin (5/1/2026). Dalam rapat tersebut, AHY menegaskan pergeseran fokus kementeriannya dari tahap konsolidasi kelembagaan menuju transformasi kebijakan yang berorientasi pada pelaksanaan konkret di lapangan.
Salah satu isu utama yang disoroti adalah tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana melalui Instruksi Presiden (Inpres) yang saat ini tengah disiapkan pemerintah.
Percepatan Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Menko AHY meminta seluruh kementerian teknis di bawah koordinasinya untuk bergerak cepat dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di daerah terdampak bencana. Prioritas utama diarahkan pada perbaikan jalan dan jembatan, serta percepatan pembangunan perumahan bagi warga terdampak.
“Presiden telah meminta Menteri Sekretaris Negara untuk segera menyiapkan Instruksi Presiden mengenai percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Saya meminta semua tingkatan untuk mengakui hal ini sebagai prioritas di seluruh kementerian dan lembaga. Ini bukan sekadar informasi, tetapi agenda kerja yang harus segera dilaksanakan,” tegas AHY.
Selain infrastruktur dasar, fokus penanganan juga diarahkan pada pemenuhan air bersih sebagai prioritas kesehatan masyarakat, integrasi kawasan perumahan dengan fasilitas umum, serta perencanaan tata ruang yang lebih aman dan berkelanjutan melalui koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN.
Apresiasi Koordinasi Nataru
Di sela arahan strategis, Menko AHY menyampaikan apresiasi atas solidnya koordinasi lintas sektor selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Berdasarkan data dari Kepala Korps Lalu Lintas, angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas tercatat menurun hingga 27 persen dibandingkan periode sebelumnya.
“Ini adalah hasil dari kolaborasi lintas sektor yang sangat baik. Praktik terbaik dan pelajaran dari pengamanan Natal dan Tahun Baru harus dikumpulkan sebagai dasar perbaikan dalam menyambut arus mudik dan balik Idul Fitri mendatang,” ujarnya.



