MAHATVA.ID -Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Yan Sairdekut, S.Sos, dari Daerah Pemilihan II, melaksanakan agenda reses masa sidang III tahun 2025 di Kecamatan Selaru dan Wermaktian. Agenda ini merupakan kewajiban konstitusional yang harus dijalankan anggota legislatif sebagai wadah penjaringan aspirasi masyarakat untuk dijadikan dasar dalam pembahasan kebijakan dan anggaran daerah.
Kegiatan reses dipusatkan di Desa Welutu Lima Satu Seira, Kecamatan Wermaktian, dengan diawali prosesi adat masyarakat di perbatasan Desa Temin–Welutu. Acara ini mendapat dukungan luas dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat kepolisian dan TNI, Kepala Puskesmas, tokoh adat, hingga masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Yan Sairdekut menegaskan reses bukan hanya sekadar agenda formal DPRD, tetapi juga momentum untuk mempererat komunikasi dengan masyarakat, menyerap masukan, serta membangun kemitraan yang produktif demi kemajuan pembangunan daerah.
“Reses adalah sarana mendengar langsung kebutuhan rakyat. Setiap usulan akan kami perjuangkan dalam forum pembahasan APBD, baik induk maupun perubahan,” ujar Sairdekut.
Aspirasi utama masyarakat Seira meliputi kebutuhan beasiswa untuk mahasiswa, peningkatan kualitas pendidikan, pengadaan ambulans bagi Desa Lima Satu Seira, perbaikan jalan raya, serta penanganan kelangkaan minyak tanah. Sairdekut menekankan bahwa pendidikan tetap menjadi fokus utama DPRD karena diyakini sebagai pintu keluar dari persoalan kemiskinan, meskipun tetap harus mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.
Terkait persoalan energi, ia menyoroti masalah kelangkaan minyak tanah. Menurutnya, stok sebenarnya mencukupi, namun distribusinya kerap disalahgunakan oleh pihak tertentu, termasuk nelayan andon yang mencampur minyak tanah dengan solar. Kondisi tersebut menyebabkan ketersediaan bagi masyarakat menjadi terbatas.
“DPRD sudah menegaskan kepada Pertamina, Dinas Perikanan Provinsi Maluku, dan Gugus Pulau agar memperketat pengawasan serta menindak tegas praktik penyalahgunaan distribusi minyak tanah. Pengawasan ketat menjadi kunci agar kebutuhan masyarakat tidak lagi terganggu,” tegasnya.
Selain penyerapan aspirasi, reses kali ini turut menghadirkan layanan kesehatan gratis yang dipimpin dr. Ebo Masrikat dan melayani sedikitnya 150 pasien. Tak hanya itu, Sairdekut juga menyalurkan bantuan beras kepada para duda dan janda sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kelompok masyarakat yang rentan.
Ia juga meminta para kepala desa di wilayah Seira untuk mendata secara rinci jumlah mahasiswa asal daerah tersebut yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Dengan demikian, program beasiswa dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran, meskipun ia mengakui tidak semua mahasiswa dapat terakomodasi dalam program tersebut.

.png)