MAHATVA.ID - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengumumkan data terbaru terkait dampak pembangunan Waduk Cibeet dan Waduk Cijurey. Sebanyak 5.824 Kepala Keluarga (KK) di tiga kecamatan, yakni Sukamakmur, Tanjungsari, dan Cariu, tercatat terdampak langsung oleh proyek strategis nasional ini. Data ini menjadi acuan penting dalam proses relokasi, pemberian kompensasi, dan penanganan sosial lainnya bagi warga yang terkena imbas.
Data Detail KK Terdampak
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, sebaran KK terdampak per kecamatan adalah sebagai berikut:
Data ini terus divalidasi dan diperbarui untuk memastikan akurasi dan keadilan dalam proses pemberian kompensasi. Pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan tim appraisal independen.
Rincian Dampak Pembangunan
Pembangunan Waduk Cibeet dan Cijurey membawa dampak signifikan terhadap lahan pertanian, permukiman, dan infrastruktur di wilayah terdampak. Berikut adalah gambaran umum dampak pembangunan:
- Lahan Pertanian: Sebagian besar lahan terdampak merupakan lahan pertanian produktif yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga.
- Permukiman: Ribuan rumah warga harus direlokasi karena berada di area genangan waduk.
- Infrastruktur: Jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya juga terdampak dan memerlukan pembangunan ulang.
Skema Kompensasi dan Relokasi
Pemerintah telah menyiapkan skema kompensasi dan relokasi yang adil dan manusiawi bagi warga terdampak. Skema ini meliputi:




