Bogor, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi menjadikan pembangunan infrastruktur di wilayah Bogor Barat sebagai prioritas utama dalam agenda pemerintahan.

Perhatian khusus ini diberikan bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, Bogor Barat dinilai mengalami ketertinggalan cukup signifikan dibandingkan wilayah lain di Kabupaten Bogor. Kawasan perbatasan tersebut bahkan kerap dipandang sebelah mata pada periode pemerintahan sebelumnya.

Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi berkomitmen menghadirkan keadilan pembangunan di seluruh wilayah. Pemerataan infrastruktur menjadi kunci agar setiap daerah merasakan manfaat pembangunan secara setara.

Pada tahun pertama kepemimpinannya, Pemkab Bogor mulai melakukan pembenahan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Bogor Barat, seperti Parung Panjang, Cigudeg, Rumpin, dan daerah lainnya. Hasilnya, kondisi jalan di kawasan tersebut kini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya setelah dilakukan perbaikan pada 2025.

Wakil Bupati Ade Ruhandi yang akrab disapa Jaro Ade menegaskan, pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk mewariskan kemajuan bagi generasi mendatang.

“Anak cucu kita nanti mau mewariskan apa? Kita ingin mewariskan kemajuan di Kabupaten Bogor, khususnya Bogor Barat,” tegasnya.

Ia menyebut sejumlah proyek strategis yang terus dikejar pemerintah daerah, seperti pembangunan lingkar Leuwiliang–Rancabungur, jalan khusus angkutan tambang, hingga pembenahan akses Parung Panjang.

Pada tahun 2026, Pemkab Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar dari APBD untuk pembebasan lahan jalan khusus angkutan tambang sepanjang 12 kilometer yang membentang dari Cigudeg hingga Rumpin. Proyek ini bertujuan memutus konflik berkepanjangan antara aktivitas pertambangan dan warga, yang selama ini memicu kemacetan, polusi udara, hingga korban jiwa.

Tak hanya itu, Pemkab Bogor juga menginisiasi rencana pembangunan jalur KRL Commuter Line agar dapat menjangkau wilayah Cigudeg.