MAHATVA.ID – Setelah kontroversi terkait unggahan status WhatsApp yang menyinggung berbagai pihak, Ketua RW Desa Cicadas, berinisial OK, akhirnya memberikan klarifikasi. Dalam sebuah video, ia menyampaikan permohonan maaf kepada Karang Taruna atas statusnya yang mungkin telah melukai perasaan sejumlah pihak.

Menurut OK, status WhatsApp yang ia buat tidak ditujukan kepada instansi atau desa tertentu, melainkan merupakan respons terhadap isu pungutan liar (pungli) yang belakangan ini ramai diperbincangkan di berbagai daerah.

Klarifikasi Ketua RW Desa Cicadas

Dalam keterangannya, OK menegaskan bahwa unggahannya adalah bentuk keprihatinan terhadap situasi yang terjadi, khususnya di beberapa wilayah yang belakangan viral terkait praktik pungli.

"Maksud dan tujuan saya bukan untuk menyindir desa atau instansi tertentu. Saya tidak ada niat mendiskriminasi pihak mana pun," ujar OK saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Ia juga mengklaim bahwa unggahannya terinspirasi dari kejadian serupa yang terjadi di Bekasi.

"Karena saya orang pusat, saya tahu persis kejadian yang terjadi di Bekasi. Ini menjadi sinyal kuning agar hal serupa tidak terjadi di desa kalian," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa terjadi kesalahpahaman dalam menafsirkan status WhatsApp miliknya.

"Sepertinya ada salah tangkap terkait status saya di WhatsApp," tambahnya.