Bogor, MAHATVA.ID — Genap satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, arah kebijakan kebudayaan nasional kian terarah dan berdaya guna. Sejak berdirinya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI) pada 21 Oktober 2024, negara menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan, melainkan pondasi pembangunan berkelanjutan dan sumber kekuatan nasional di tengah derasnya arus globalisasi.

Dalam refleksi Satu Tahun Kemenbud RI yang jatuh pada 21 Oktober 2025, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa seluruh kebijakan kementerian berpijak pada amanat Pasal 32 ayat (1) UUD 1945, yang menugaskan negara untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.

“Indonesia adalah superpower di bidang kebudayaan. Kata diversity tidak lagi cukup untuk menggambarkan keberagaman kita. Indonesia adalah bangsa megadiversity,” tegas Fadli Zon dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (21/10/2025).

Sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kebudayaan kini memegang peran strategis dalam membangun ekosistem kebudayaan berkelanjutan—mulai dari pelindungan, pengembangan, hingga diplomasi budaya.
Struktur kementerian yang terdiri atas tiga direktorat jenderal utama dan dua unit pendukung menjadi tulang punggung pelaksanaan kebijakan kebudayaan nasional.

Indonesia saat ini tercatat memiliki 1.340 etnis, 718 bahasa daerah (sekitar 10 persen bahasa dunia), 228 Cagar Budaya Nasional, dan 2.727 Warisan Budaya Takbenda (WBTb)—termasuk 514 WBTb baru pada 2025.

Salah satu capaian monumental adalah repatriasi 28.131 fosil “Java Man” hasil penelitian Eugene Dubois di Trinil, Jawa Timur. Fosil bersejarah itu dikembalikan oleh Pemerintah Belanda kepada Indonesia melalui Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Raja–Ratu Belanda pada 26 September 2025.

“Temuan Homo erectus ini bukan hanya milik sejarah, tapi juga bukti bahwa peradaban manusia tertua di dunia berakar dari Indonesia,” ungkap Fadli Zon.

Selain Belanda, pemerintah juga menjalin kerja sama dengan Jepang untuk repatriasi benda budaya, serta memperkuat diplomasi budaya lewat forum Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 di Bali yang dihadiri 38 negara dan menghasilkan Deklarasi Inisiatif Budaya Bali 2025.

Kemenbud RI juga menandatangani MoU budaya internasional dengan India, Prancis, Turki, dan Palestina, mencakup film, permuseuman, dan konservasi warisan dunia.