MAHATVA.ID — Satu tahun Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat capaian besar dalam reformasi agraria dan pemberantasan mafia tanah.

Wakil Menteri ATR/Waka BPN Ossy Dermawan mengungkapkan bahwa sepanjang satu tahun terakhir, kementeriannya berhasil membongkar kejahatan yang dilakukan 140 mafia tanah dengan total potensi kerugian negara mencapai Rp9,4 triliun.

Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, Kementerian ATR/BPN bekerja untuk memastikan tanah dan ruang menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan rakyat. Setahun ini menjadi fondasi penting untuk melangkah lebih cepat dan lebih kuat demi menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Ossy, Senin (20/10/2025).

Ossy menyebut Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tetap menjadi tulang punggung kepastian hukum pertanahan. Hingga Oktober 2025, 123,3 juta bidang tanah telah terdaftar dan 97 juta bidang telah bersertipikat.

Dalam satu tahun terakhir, pendaftaran tanah mencapai 4 juta bidang, di mana 2,69 juta bidang di antaranya telah disertipikasi. Capaian ini memberikan kontribusi ekonomi bagi negara dengan total penambahan nilai ekonomi (Economic Value Added) sebesar Rp1.021,95 triliun.

Kepastian hukum atas tanah merupakan fondasi ekonomi rakyat. Ketika tanah bersertipikat, nilai aset meningkat, akses pembiayaan terbuka, dan roda ekonomi lokal bergerak,” tegasnya.

Transformasi digital juga terus dipacu. Hingga Oktober 2025, 6,1 juta sertipikat elektronik telah diterbitkan, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya 639 ribu sertipikat.

Selain itu, Kementerian ATR/BPN juga memperkuat perlindungan tanah wakaf dan aset sosial-keagamaan. Saat ini terdapat 278.689 bidang tanah wakaf dengan luas total 26.865,67 hektare yang telah terdaftar, meningkat 16.600 bidang dalam setahun terakhir.

Ossy menegaskan bahwa Program Reforma Agraria juga terus menunjukkan progres signifikan. Sepanjang setahun terakhir, redistribusi tanah mencapai 1,64 juta bidang dengan luas 879.942 hektare, memberikan manfaat langsung bagi 11.576 kepala keluarga di berbagai daerah.