Mahatva.id, Bogor - Kota Bogor menjadi tuan rumah dilaksanakannya Semarak Perkebunan Nasional (Skena) 2024 yang dilaksanakan di Jawa Barat oleh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan bekerjasama dengan Pemerintah kota (Pemkot) Bogor serta berbagai sponsor dan pendukung acara.
Pembukaan Skena sekaligus pembukaan Bazar UMKM serta pameran produk UMKM produk pertanian dilakukan Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah dan Wali Kota Bogor, Bima Arya yang dihadiri oleh para direktur di Kementerian Pertanian, jajaran Pemkot Bogor hingga para sponsor serta masyarakat umum.
Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Jumat (19/4) dan akan berlangsung hingga 21 April 2024 dengan menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti jalan sehat dan senam, bazar pangan murah, pameran UMKM, pameran kopi, doorprize, hiburan serta berbagai kegiatan menarik lainnya yang diadakan di Lapangan Sempur dan Taman Ekspresi.

Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah menyampaikan terima kasih atas dukungan Wali Kota Bogor beserta jajaran Pemkot Bogor yang memberikan ruang dan tempat untuk memulai pengembangan program hilirisasi.
“Acara ini kami laporkan atas kolaborasi dari berbagai komponen di sektor perkebunan dan ini menjadi tonggak Jawa Barat untuk menaikan UMKM di Jawa Barat, sehingga levelnya lebih tinggi lagi dan bisa berproduksi standar internasional dan bisa melakukan ekspor,” tuturnya.
Program hilirisasi perkebunan yang dilaunching Presiden Joko Widodo ini merupakan tahun kedua yang kini sudah naik level lebih tinggi kepada komersialisasi, sehingga para produk perkebunan dan pertanian melalui UMKM bisa menembus pasar ekspor.
Sehingga kolaborasi komersialisasi dari hasil inovasi penganggaran yang telah dilaksanakan dalam dua tiga tahun kebelakang sudah bisa bertumpu pada peningkatan UMKM perkebunan di level yang lebih tinggi.
“Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kinerja hilirisasi perkebunan yang bernilai tambah tinggi, karena tuntutan pasar dunia menginginkan produk yang berkualitas dan berstandar. Tentunya strategi yang kita ambil adalah melalui hilirisasi,” jelasnya.
Hilirisasi, sambung Andi, merupakan proses mengolah bahan mentah menjadi produk turunan bernilai tambah, sebagaimana yang sudah diarahkan Presiden Joko Widodo untuk segera meninggalkan ekspor low material dengan berdagang menggunakan konsep produk bernilai tambah.



