MAHATVA.ID – Pemerintah Spanyol resmi menarik duta besarnya dari Israel di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara. Langkah ini diambil setelah pemerintah Madrid semakin keras mengkritik operasi militer Israel di Gaza Strip serta konflik terbaru di Timur Tengah.

Keputusan tersebut diumumkan melalui lembaran resmi negara Spanyol yang menyatakan bahwa pemerintah mengakhiri penugasan duta besar Spanyol untuk Israel.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip media internasional Al Jazeera, pemerintah menyebut keputusan tersebut diambil setelah rapat Dewan Menteri pada 10 Maret 2026.

“Atas usulan Menteri Luar Negeri, Uni Eropa dan Kerja Sama, serta setelah pembahasan oleh Dewan Menteri dalam rapatnya pada 10 Maret 2026, dengan ini saya memerintahkan penghentian penunjukan Nyonya Ana María Sálomon Pérez sebagai Duta Besar Spanyol untuk Negara Israel,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.

Langkah diplomatik ini muncul setelah Spanyol menjadi salah satu negara di Uni Eropa yang paling vokal mengkritik tindakan militer Israel, baik dalam konflik di Gaza maupun dalam ketegangan terbaru yang melibatkan Iran.

Meski menarik duta besarnya, pemerintah Spanyol menegaskan tidak menutup kedutaan besar di Israel. Berdasarkan laporan kantor berita Reuters, Kedutaan Besar Spanyol di Tel Aviv tetap beroperasi.

Untuk sementara waktu, misi diplomatik Spanyol di kota tersebut akan dipimpin oleh seorang charge d'affaires, yakni pejabat diplomatik yang memimpin kedutaan tanpa status duta besar.

Langkah ini biasanya diambil dalam situasi ketegangan diplomatik sebagai bentuk sinyal politik keras tanpa memutus hubungan diplomatik secara penuh.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez selama ini dikenal sebagai salah satu pemimpin Eropa yang paling keras mengkritik operasi militer Israel.