MAHATVA.ID -Tokoh muda asal Maluku yang juga menjabat sebagai Ketua PDK Kosgoro 1957 Kepulauan Tanimbar, Fransiskus Ongen Rangkore, menyampaikan harapan agar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan ruang yang lebih luas bagi putra-putri terbaik Maluku untuk berkiprah dalam jabatan strategis di tingkat nasional. 

Ia menegaskan bahwa sumber daya manusia Maluku memiliki rekam jejak integritas, keberanian, serta kapasitas yang tidak kalah kompetitif dibandingkan daerah lain di Indonesia, sehingga layak memperoleh kesempatan yang setara dalam percaturan kepemimpinan nasional.

“Dalam penempatan jabatan di tingkat pusat, kami berharap Bapak Presiden dapat mempertimbangkan putra-putri Maluku yang memiliki kemampuan sama seperti saudara-saudari kita di Ibu Kota maupun daerah lain. Orang Maluku dikenal berintegritas dan berani, di mana pun mereka berada,” ujar Fransiskus Ongen Rangkore dalam keterangannya, Selasa (16/9/2025).

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa hingga saat ini, sejak Indonesia merdeka, belum ada perwakilan dari Maluku yang dipercaya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Padahal, menurutnya, figur dari Maluku juga memiliki rekam jejak, kapasitas, dan dedikasi yang tidak kalah mumpuni.

“Kami memiliki sosok seperti Bapak Martinus Hukum, yang kiprah dan integritasnya sudah teruji dalam institusi Kepolisian Republik Indonesia. Beliau adalah contoh nyata bahwa putra Maluku mampu bersaing secara profesional dan layak dipertimbangkan untuk posisi strategis di masa depan,” tambah Ongen.

Ia menegaskan, meskipun peluang untuk menempati kursi kementerian mungkin masih menjadi harapan jangka panjang, namun peran strategis di institusi Polri merupakan ruang yang dapat dibuka dengan penuh objektivitas dan pertimbangan profesional.

“Kami percaya Bapak Presiden akan menempatkan figur terbaik berdasarkan kapasitas, integritas, dan loyalitas terhadap bangsa dan negara. Harapan kami, ke depan, ada keterwakilan Maluku dalam posisi penting di institusi Polri,” pungkasnya.

Dengan demikian, suara yang disampaikan tokoh muda Maluku ini merefleksikan aspirasi daerah agar pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berfokus di pusat, melainkan juga mengakomodasi potensi daerah-daerah yang selama ini dikenal dengan nilai-nilai keberanian dan pengabdian yang tinggi.