MAHATVA.ID -Polemik seleksi Sekretaris Desa (Sekdes) Arma memunculkan ketegangan di tengah masyarakat. Sebanyak 19 warga perwakilan Desa Arma mendatangi Kantor Camat Nirunmas pada Senin (28/4/2025) untuk meminta klarifikasi atas hasil seleksi Sekdes yang dianggap tidak transparan oleh sebagian pihak.
Isu transparansi seleksi Sekdes ini menjadi sorotan karena dinilai tidak mencerminkan keadilan. Meski begitu, Camat Nirunmas, Zadrak A Batlolona, S.IP, menepis keras tudingan tersebut. Ia memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka, objektif, dan bebas dari intervensi pihak manapun.
“Penilaian dilakukan oleh tim independen dari unsur Kecamatan. Prosesnya berlangsung cepat, hanya lima menit, dan hasilnya langsung diumumkan terbuka di hadapan peserta. Tidak ada yang ditutupi,” tegas Batlolona.
Diketahui, dua peserta dengan nilai tertinggi merupakan bagian dari masyarakat adat Desa Arma. Namun, muncul penolakan dari sebagian warga terhadap salah satu nama yang lolos, dengan alasan tidak memiliki rekam jejak organisasi maupun pengalaman memimpin.
Menanggapi hal itu, Batlolona kembali menegaskan bahwa proses seleksi Sekdes Arma berbasis kompetensi dan hasil ujian, bukan berdasarkan latar belakang sosial, organisasi, atau kedekatan pribadi.
“Saya tidak berpihak pada siapapun. Proses ini murni sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Kunjungan masyarakat ke Kantor Camat menurutnya adalah wujud partisipasi demokrasi masyarakat desa, selama dilakukan secara damai dan berlandaskan fakta, bukan asumsi.


