MAHATVA.ID - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menutup akhir tahun 2025 dengan capaian penting, yakni pengukuhan dua Guru Besar baru dari bidang Hukum Tata Negara dan Pengolahan Citra Digital. Acara yang digelar di Auditorium Suparman Hadipranoto, Grha Wiyata lantai sembilan, dihadiri pimpinan YPTA, jajaran rektorat, dosen, hingga keluarga besar civitas akademika.
Dua Guru Besar Baru Untag Surabaya
Pengukuhan ini menghadirkan dua akademisi dengan rekam jejak luar biasa.
Prof. Dr. Hufron, S.H., M.H. resmi menyandang gelar Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum. Dalam orasi ilmiahnya berjudul Urgensi Pembentukan Undang-Undang Lembaga Kepresidenan, ia menegaskan perlunya regulasi khusus yang menegaskan batas kekuasaan presiden, memperjelas peran wakil presiden, dan memperkuat mekanisme pemberhentian presiden.
“Hukum harus berada di atas kekuasaan, bukan sebaliknya,” tegas Prof. Hufron.
Prof. Dr. Fajar Astuti, S.Kom., M.Kom. dikukuhkan sebagai Guru Besar Pengolahan Citra Digital Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC). Dalam orasi ilmiahnya Pengolahan Citra Digital dalam Kerangka Pendidikan Tinggi dan Patriotisme, ia menekankan pentingnya teknologi sebagai instrumen memperkuat karakter bangsa dan menumbuhkan nasionalisme.
Apresiasi Rektor dan Yayasan
Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA, menegaskan bahwa pengukuhan guru besar adalah awal tanggung jawab akademik yang lebih besar.
“Dari sinilah lahir inovasi, pemikiran strategis, dan karya akademik yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.




