MAHATVA.ID – Meski Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta memprediksi penurunan jumlah pendatang usai Lebaran 2025, sejumlah pakar menyebut arus urbanisasi justru diperkirakan membeludak seiring PHK massal, efisiensi anggaran, dan terhentinya proyek infrastruktur di berbagai daerah.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan ledakan jumlah pendatang ke Jakarta yang tinggal di kawasan penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

“Pemerintah daerah penyangga Jakarta harus bersiap. Urbanisasi tidak berhenti, tapi bergeser ke pinggiran Jakarta karena biaya hidup di ibu kota yang makin tinggi,” ujar Nirwono Yoga, pakar tata kota dari Universitas Trisakti, Rabu (2/4/2025).

Klaim Dukcapil DKI Jakarta: Pendatang Turun hingga 40%

Kepala Dukcapil DKI Jakarta, Budi Awaludin, menyatakan bahwa jumlah pendatang ke Jakarta setelah Idulfitri tahun ini diperkirakan hanya mencapai 15.000 orang, menurun dari 25.918 orang pada 2023 dan 16.207 orang pada 2024.

Penurunan ini, kata Budi, terjadi berkat program penataan dokumen kependudukan sesuai domisili, serta meningkatnya kesadaran masyarakat yang tinggal di Bodetabek untuk memindahkan data kependudukan ke daerah tempat tinggal sebenarnya.

“Ini kabar baik. Artinya pembangunan di daerah-daerah sekitar Jakarta semakin merata,” ujar Budi.

Namun demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap membuka pintu bagi para pendatang, dengan syarat membawa surat pindah dari daerah asal dan memiliki keterampilan atau pekerjaan yang jelas sebelum datang ke ibu kota.

Pakar: Urbanisasi Masih Terjadi, Tapi dengan Pola Baru