MAHATVA.ID -Sebuah video viral di grup WhatsApp Cahaya Tanimbar mengungkap kondisi memprihatinkan infrastruktur jalan menuju Kampung Atubul, Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Hanya dalam waktu kurang dari 6 bulan setelah perbaikan senilai Rp6 miliar, bahu jalan tersebut kembali rusak parah, memunculkan kecurigaan soal kualitas pekerjaan dan efektivitas penggunaan anggaran.

Fakta di Lapangan: Bahu Jalan Rusak, Gorong-Gorong Tak Dibuat

Masyarakat menyuarakan kekecewaan mereka. Salah satu putra daerah Kampung Atubul menyatakan bahwa proyek tersebut tidak dilengkapi got atau saluran air permanen, namun hanya penggalian seadanya di tepi jalan. Hal ini membuat air hujan langsung menggerus bahu jalan, menyebabkan erosi parah dan dapat membahayakan pengguna jalan.

"Saya lihat langsung. Bahu jalan digali tapi tidak dibuatkan gorong-gorong. Saat hujan, air langsung mengalir dan merusak struktur jalan. Ini jelas pekerjaan yang tidak tuntas," ungkapnya.

Kualitas Proyek Infrastruktur Dipertanyakan

Proyek yang didanai hampir Rp6 miliar dari anggaran daerah ini menuai sorotan luas. Publik mempertanyakan pengawasan teknis, tanggung jawab kontraktor, dan sejauh mana pemerintah daerah Kepulauan Tanimbar melakukan evaluasi terhadap pekerjaan infrastruktur yang sangat penting bagi konektivitas desa.

Tuntutan Masyarakat: Audit Anggaran dan Evaluasi Kontraktor

Warga mendesak agar pemerintah segera turun tangan, melakukan audit teknis dan keuangan, serta memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti lalai. Selain itu, Masyarakat berharap ada standar kualitas jalan yang sesuai, terutama untuk daerah yang rawan hujan dan tanah labil seperti Atubul.

"Kami tidak menolak pembangunan, tapi harus ada integritas. Jalan ini adalah nadi ekonomi dan keselamatan kami. Jangan main-main dengan infrastruktur publik," ujar salah satu tokoh masyarakat.