MAHATVA.ID - Seorang wali murid dari TK At-Taqwa, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, mengungkapkan keluhannya di media sosial terkait tingginya biaya kegiatan sekolah anaknya. Unggahan tersebut menjadi sorotan publik usai menyebut dan menandai akun resmi Bupati Bogor.

Dalam unggahannya, wali murid tersebut mengaku keberatan atas rencana sekolah yang akan menggelar acara jalan-jalan dan perpisahan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 10 Juni mendatang, dengan biaya sebesar Rp950 ribu per anak.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti keputusan pihak komite sekolah yang berencana menggunakan uang kas untuk memberikan hadiah kepada guru berupa emas 1 gram dan buket uang senilai Rp180 ribu per guru di akhir tahun ajaran.

“Saya salah satu wali murid TK di daerah Cicadas Gunung Putri. Sekolah anak saya akan ngadain jalan-jalan dan perpisahan ke TMII dengan biaya 950 ribu. Komite juga rencana pakai uang kas untuk kasih guru emas dan buket uang,” tulisnya dalam unggahan Instagram Story.

Unggahan ini viral setelah menandai beberapa akun publik, termasuk akun resmi pengaduan masyarakat dan akun milik Bupati Bogor.

Ia menuliskan “dilema wali murid”, menggambarkan kondisi sulit yang dirasakannya dan kemungkinan juga dirasakan wali murid lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak sekolah maupun pemerintah daerah. Namun kasus ini kembali membuka diskusi soal transparansi dan kebijakan biaya kegiatan di sekolah-sekolah, terutama di tingkat pendidikan anak usia dini.