MAHATVA.ID — Proyek pembangunan Bendungan Cibeet yang berlokasi di Desa Kutamekar, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, menuai keluhan warga. Pasalnya, aktivitas alat berat dalam pengerjaan proyek membuat kondisi jalan desa menjadi penuh lumpur dan sangat licin, sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat.

Dalam Video yang beredar, terlihat sebuah ekskavator tengah beroperasi di jalan utama desa yang telah dipenuhi tanah merah berlumpur. Kondisi ini menyebabkan akses jalan menjadi berbahaya dan sulit dilalui, terutama bagi anak-anak yang hendak pergi ke sekolah.

“Setiap pagi jalan penuh lumpur tanah merah. Anak-anak susah ke sekolah. Ini proyek besar tapi kesannya tidak tanggung jawab,” ujar Solihin, salah satu warga setempat.

Warga Desa Kutamekar berharap ada tindakan cepat dari pihak kontraktor maupun pemerintah daerah agar kondisi jalan segera diperbaiki. Mereka juga meminta agar kegiatan proyek tidak mengabaikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar.

“Kami bukan menolak pembangunan. Tapi mohon perhatikan akses warga. Kalau dibiarkan seperti ini terus, bisa bahaya buat pengendara motor atau anak sekolah,” tambah Solihin.

Bendungan Cibeet merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditujukan untuk mendukung ketahanan air dan pengendalian banjir di kawasan Jabodetabek. 

Namun, proyek ini dinilai kurang memperhatikan dampak sosial dan lingkungan sekitar, terutama pada masa konstruksi.

Warga mendesak agar Jalan yang rusak akibat proyek segera dinormalisasi, Disediakan jalur alternatif yang aman bagi warga, Dilakukan penyiraman rutin untuk mengurangi debu dan lumpur, Pihak proyek melibatkan aparat desa dalam komunikasi publik