MAHATVA.ID - Bencana besar yang melanda Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali membuka luka ekologis Indonesia. Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Yusfitriadi, menilai rangkaian banjir bandang dan tanah longsor yang menewaskan ratusan warga ini bukan sekadar fenomena alam, melainkan akibat langsung dari kerusakan lingkungan yang sudah berlangsung lama.
Menurut Yusfitriadi, hilangnya keseimbangan ekosistem membuat unsur-unsur alam kehilangan kemampuan menahan air dan tanah.
“Rasanya bencana yang terjadi di sumatra tersebut lebih tepat merupakan bencana ekologis, bukan bencana alam. Dimana hilangnya keseimbangan ekosistem alam mengakibatkan lemahnya masing-masing unsur alam dalam menyangga dan mengikat unsur-unsur tersebut, " tegas Yusfitriadi.
Rusaknya tutupan hutan, eksploitasi tanah, energi, dan mineral disebut menjadi pemicu utama. Ia menyebut perlunya verifikasi mendalam mengenai tingkat deforestasi dan praktik eksploitasi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Hingga kini tercatat 303 orang meninggal dunia, ratusan lainnya masih hilang, dan kerugian material diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.
Yusfitriadi menilai dampaknya sangat panjang. “Karena reatorasi hutan, tanah dan air tidak bisa dalam waktu singkat sesingkat manusia merusaknya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masa depan masyarakat di wilayah terdampak berada dalam ancaman permanen selama ekosistem tidak dipulihkan.
Dalam penanganan jangka pendek, ia menyoroti masih banyaknya warga yang terisolasi akibat akses jalan tertutup material longsor. Namun yang lebih penting, menurutnya, adalah penelusuran penyebab utama kerusakan lingkungan.
“Harus ada pihak yang bertanggungjawab baik secara hukum maupun moral,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap perusahaan legal yang membabat hutan dan mengelola tambang. Seluruh kegiatan operasional harus diverifikasi, termasuk kewajiban restorasi hutan, pemulihan tanah, dan perlindungan sumber air. Perusahaan yang terbukti melanggar, menurutnya, wajib dicabut izinnya.




