Jakarta, MAHATVA.ID — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia, khususnya di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

Penegasan tersebut disampaikan Menko AHY saat memberikan pidato kunci (keynote speech) dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurut AHY, geopolitik global saat ini tidak lagi terbatas pada ruang diplomasi dan pertahanan, melainkan telah berdampak langsung terhadap rantai pasok global, sistem energi, platform digital, hingga jaringan infrastruktur nasional.

“Pada tahun 2026, geopolitik tidak lagi hanya dibentuk melalui jalur diplomasi, tetapi mengalir langsung melalui rantai pasok, sistem energi, platform digital, dan jaringan infrastruktur nasional. Ekonomi dan geopolitik kini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari kedaulatan sebuah bangsa,” tegas Menko AHY.

Infrastruktur dan Asta Cita Presiden Prabowo

Dalam konteks agenda prioritas nasional Asta Cita di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Menko AHY menekankan bahwa ketahanan nasional harus dibangun melalui swasembada dan kemandirian di sektor-sektor strategis.

“Ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air bukan sekadar sasaran pembangunan, melainkan prasyarat utama menjaga kedaulatan strategis. Negara yang tidak mampu memberi makan rakyatnya, menggerakkan ekonominya, dan melindungi sumber airnya akan kesulitan menjaga kedaulatannya,” ujar AHY.

Perubahan Iklim Jadi Risiko Ekonomi

Menko AHY juga menyoroti perubahan iklim yang kini telah menjadi bagian dari risiko ekonomi global. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur nasional harus dirancang untuk menghadapi tantangan masa depan dan memperkuat daya tahan nasional.