Bogor, MAHATVA.ID — Paparan Blueprint Relasi Kampus–Alumni yang disampaikan Ketua Senat Akademik IPB University, Prof. Ujang Sumarwan, menuai sorotan dari kalangan alumni. Kerangka relasi tersebut dinilai masih menempatkan alumni dalam posisi subordinat terhadap kampus, alih-alih sebagai mitra setara dalam ekosistem pengetahuan dan kebijakan publik.
Wakil Sekretaris Jenderal Rumpun IV Kajian Strategis dan Pengembangan Riset Himpunan Alumni (HA) IPB, Muhammad Sirod, menilai blueprint tersebut memproyeksikan organisasi alumni seolah berada dalam status transisional, bukan sebagai entitas masyarakat sipil yang mandiri setelah kelulusan.
“Dalam blueprint itu, alumni tetap ditempatkan dalam orbit legitimasi akademik kampus. Standar etika, validasi pengetahuan, hingga arah pengabdian ditentukan sepihak oleh institusi pendidikan,” ujar Sirod.
Ia menjelaskan, alumni dalam blueprint tersebut diposisikan sebagai perpanjangan nilai akademik kampus ke ruang publik. Peran alumni diarahkan pada transfer pengetahuan, penguatan reputasi institusi, serta keberlanjutan Tridharma Perguruan Tinggi.
“Struktur relasi ini menempatkan kampus sebagai pusat produksi legitimasi, sementara alumni hanya berfungsi sebagai operator lapangan,” lanjutnya.
Menurut Sirod, pendekatan tersebut mengabaikan realitas bahwa alumni telah berkiprah di berbagai arena strategis, mulai dari birokrasi, industri, hingga masyarakat sipil. Dalam ruang-ruang tersebut, alumni berhadapan dengan sistem penilaian, risiko, dan akuntabilitas yang berbeda dari logika akademik.
“Pengetahuan yang dihasilkan alumni tidak selalu mengikuti standar akademik. Ia dibentuk oleh tekanan regulasi, kepentingan publik, dan dinamika pasar. Jika seluruh legitimasi tetap ditarik ke kampus, maka otonomi epistemik alumni akan tereduksi,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan implikasi kebijakan dari relasi yang timpang tersebut. HA IPB berpotensi diperlakukan sebagai unit eksternal kampus yang menjalankan fungsi reputasional, bukan sebagai organisasi alumni yang berdiri mandiri dan kritis.
“Relasi seperti ini menyulitkan alumni untuk bersikap kritis terhadap kebijakan kampus ketika kepentingan publik justru menuntut koreksi,” ujarnya.

.png)