Bogor, MAHATVA.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme memperkuat kerja sama internasional melalui pertemuan perdana dengan Macau Judiciary Police (MJP). Pertemuan strategis ini difokuskan pada perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri serta pertukaran praktik terbaik (sharing best practices) dalam penanggulangan terorisme.
Direktur Kerja Sama Bilateral BNPT, Dhani Hernando, menjelaskan bahwa kunjungan ini menjadi tonggak awal dalam membangun hubungan yang lebih erat antara kedua lembaga.
“Kunjungan hari ini memiliki makna khusus karena menandai pertemuan perdana antara kedua lembaga untuk memperkuat dialog dan kerja sama di bidang kontra terorisme, terutama dalam konteks perlindungan warga negara dan sharing best practices,” ujarnya dalam kegiatan kunjungan MJP ke kantor BNPT, Rabu (1/4/2026).
Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan langkah strategis untuk membangun kepercayaan (mutual trust) dan memperkuat koordinasi berkelanjutan dalam menghadapi ancaman terorisme.
“Kami memandang pertemuan ini sebagai dasar strategis untuk membina saling percaya, memperdalam pemahaman kelembagaan, dan mengembangkan kerangka kerja yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Delegasi Makau sekaligus Deputy Director MJP, LAI Man Vai, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pemerintah Indonesia.
“Kita memiliki perbedaan dalam budaya dan struktur populasi, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu melindungi warga negara. Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan erat ke depannya,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari kunjungan, delegasi MJP juga meninjau langsung program deradikalisasi di Lapas Klas IIB Sentul. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat pendekatan Indonesia dalam menangani narapidana terorisme yang mengedepankan keseimbangan antara aspek keamanan, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial.
Kepala Lapas Klas IIB Sentul, Iswandi, turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap dapat memberikan manfaat dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang penanggulangan terorisme.

