Bogor, MAHATVA.ID — Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, ulama, dan seluruh lapisan masyarakat dalam upaya memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Menurut Rudy, peran pemerintah lebih difokuskan pada pembangunan fisik, sementara ruh dan kehidupan masjid harus dihidupkan oleh para kiai, ulama, santri, serta masyarakat itu sendiri.
“Kami pemerintah hanya bisa membangun badannya. Jiwanya dibangun oleh para kiai, ulama, santri, dan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto.
Masjid Raya Nurul Wathon Akan Dihidupkan dengan Beragam Kegiatan Keagamaan
Ke depan, Masjid Raya Nurul Wathon direncanakan menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial umat Islam di Kabupaten Bogor. Berbagai kegiatan akan digelar secara berkelanjutan, mulai dari pengajian rutin, kajian bulanan, hingga agenda keagamaan yang melibatkan berbagai organisasi Islam.
Sebagai bagian dari penguatan peran masjid, pada Januari 2026 mendatang juga direncanakan akan digelar pengajian akbar dengan menghadirkan penceramah nasional. Kegiatan ini diharapkan mampu menarik partisipasi masyarakat secara luas serta meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan umat.
Refleksi Akhir Tahun Perkuat Ukhuwah Islamiyah
Momentum refleksi akhir tahun yang digelar di Masjid Raya Nurul Wathon juga menjadi ajang silaturahmi lintas elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut dinilai penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat Kabupaten Bogor yang majemuk.

.png)