MAHATVA.ID – Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT, resmi menutup Latihan Standardisasi Prajurit Kostrad Cakra XVI di Satuan Latihan Tempur (Satlatpur) Taipur, Jatiluhur, Purwakarta, Rabu (5/11/2025).

Latihan Cakra XVI kali ini tampil dengan konsep berbeda dibandingkan angkatan sebelumnya. Selain memperdalam taktik dan teknik tempur satuan kecil seperti regu dan tim, peserta juga mendapat pembekalan berbagai materi spesialisasi, mulai dari demolisi, penembak runduk, kesehatan lapangan, komunikasi elektronika, hingga pengoperasian drone, peralatan dan persenjataan, serta mountaineering.

Dalam sambutannya, Pangkostrad menegaskan bahwa latihan ini menjadi wujud penyempurnaan program pembinaan prajurit Kostrad. Selain menyerap hal-hal terbaik dari latihan sebelumnya, Cakra XVI juga memperkenalkan materi baru yang wajib dikuasai setiap prajurit.

Tak hanya aspek taktik dan teknik militer, latihan ini juga menekankan pembinaan fisik serta pembentukan karakter melalui Tri Pola Dasar Pembinaan sebagai dasar jati diri prajurit Kostrad.

Kemampuan spesialisasi dinilai sangat penting bagi prajurit Kostrad, terutama saat menghadapi operasi tempur dengan skala kecil seperti pertempuran gerilya. Satuan kecil yang terlatih mampu melakukan serangan terkoordinasi yang efektif untuk melemahkan kekuatan musuh.

Pangkostrad berpesan agar para prajurit yang telah menuntaskan latihan Cakra XVI terus menjaga kemampuan yang telah diperoleh serta menularkannya kepada rekan-rekan di satuan masing-masing.

Sebagai satuan terbesar dan terkuat di jajaran TNI Angkatan Darat, Kostrad dituntut tidak hanya mampu bertempur dalam skala besar lintas kecabangan, tetapi juga sigap bergerak dalam satuan kecil yang lincah dan tangguh. Latihan Standardisasi Prajurit Kostrad Cakra XVI menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kostrad dalam menyiapkan pasukan kecil yang efektif dan berdaya gempur tinggi di medan tempur. (Penkostrad)