MAHATVA.ID -Perselisihan terkait retribusi wisata terjadi di kawasan Air Wertuleli, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada Minggu (2/11/2025) sekitar pukul 17.30 WIT. Seorang warga Desa Latdalam, berinisial A.M., diduga melakukan tindakan pengancaman dan kekerasan ringan terhadap rombongan warga Desa Olilit Timur yang tengah berwisata di lokasi tersebut.

Informasi yang di langsir dari Gantaranews.id menyebutkan, insiden bermula ketika rombongan warga Olilit Timur hendak meninggalkan lokasi wisata. Saat itu, A.M. menghentikan kendaraan dump truck yang mereka tumpangi dan meminta tambahan retribusi sebesar Rp100.000, meskipun sebelumnya rombongan telah membayar Rp50.000 sebagai biaya masuk.

Diduga karena tidak puas, A.M. kemudian mengayunkan parang ke arah sopir berinisial AM, namun tidak mengenai sasaran. Tak berhenti di situ, A.M. juga melempar batu ke arah kendaraan dan mengenai punggung salah satu penumpang, AR.

Kapolsek Tanimbar Selatan, saat dikonfirmasi media Mahatva.id Senin (03/11)pukul 12:00 WIT, membenarkan adanya laporan atas kejadian tersebut dan memastikan kasusnya sedang dalam tahap penyelidikan.

“Dari keterangan saksi, pelaku meminta karcis masuk tambahan sebesar seratus ribu rupiah. Sopir menyampaikan sudah membayar lima puluh ribu rupiah, namun pelaku tetap meminta tambahan. Karena tidak ditanggapi, secara spontan pelaku melempar batu ke arah mobil dan mengenai salah satu penumpang,” jelas Kapolsek.

Kapolsek menambahkan bahwa proses hukum masih dalam tahap penyelidikan awal, sehingga belum dapat disimpulkan adanya penetapan tersangka.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Kami imbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak membuat asumsi yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas. Serahkan prosesnya kepada pihak kepolisian untuk ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tambahnya.