MAHATVA.ID - Ribuan sopir angkutan kota (angkot) dari berbagai trayek memadati kawasan Balai Kota Bogor, Kamis (22/1/2026).

Aksi massa ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang akan menghapus ribuan unit angkot dengan alasan usia kendaraan.

Dalam orasi yang berlangsung panas, seorang orator dari atas mobil komando melontarkan kritik tajam kepada Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Dengan logat Sunda yang kental, ia menyinggung janji dan kedekatan saat masa kampanye Pilkada.

"Baheula weh datang ka aing pas pilkada, ari giliran geus jadi mah poho jeung teu berpihak ka rakyat! (Dulu saja datang ke kami saat Pilkada, giliran sudah menjabat malah lupa dan tidak berpihak pada rakyat!)," teriak sang orator, disambut sorak dan tawa pahit ribuan sopir.

Koordinator aksi perwakilan Trayek 03, Ganda, menyebut aksi ini sebagai luapan akumulasi kekecewaan sopir angkot atas rencana penghapusan 1.940 unit angkot.

Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi langsung memutus mata pencaharian ribuan kepala keluarga.

"Kita minta kebijakan penghapusan angkot tua itu tidak usah. Kalau dihapus, anak istri kita mau makan apa? Kalau memang mau dihapus, kasih kami pekerjaan yang layak," ujar Ganda di sela aksi.

Ia juga menilai skema pengalihan sopir ke moda transportasi massal seperti BisKita belum menjadi solusi konkret. Jumlah armada dan kebutuhan pengemudi dinilai jauh dari seimbang dengan jumlah sopir angkot yang terdampak.