Jakarta, MAHATVA.ID — Konsistensi kepemimpinan dan visi strategis yang kuat mengantarkan dr. Ian Martin Wibawa Kloer, President Director PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, meraih Top Executive Award 2025. Penghargaan bergengsi ini diberikan oleh INFOBRAND bekerja sama dengan TRAS N CO Indonesia dalam acara yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (7/10).
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para pemimpin perusahaan yang dinilai berhasil menjaga kinerja bisnis tetap positif sekaligus memperkuat corporate brand di tengah dinamika dan ketatnya persaingan industri.
Dengan rekam jejak hampir lima dekade di industri farmasi nasional, Darya-Varia terus menunjukkan komitmen menghadirkan produk kesehatan berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Mengusung misi membangun Indonesia yang lebih sehat, perusahaan mencatatkan kinerja keuangan solid sepanjang 2024, dengan pendapatan mencapai Rp2,08 triliun dan laba bersih Rp156,1 miliar.
Tren positif tersebut berlanjut pada kuartal I 2025, di mana Darya-Varia membukukan pendapatan Rp544,2 miliar dan laba Rp78,8 miliar, mempertegas posisi perseroan sebagai salah satu emiten farmasi dengan performa keuangan yang konsisten.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kepemimpinan dr. Ian yang menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan penguatan budaya perusahaan. Ia menyebut seluruh karyawan yang dikenal sebagai DVL Warriors sebagai motor utama dalam menjaga daya saing dan mendorong terobosan berkelanjutan.
“Terobosan di 2025 bukan sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari program jangka panjang Darya-Varia. Kami terus berinovasi dan jeli melihat peluang di luar bisnis inti kami,” ujar dr. Ian.
Ia menambahkan, pertumbuhan perusahaan yang melampaui rata-rata pasar menjadi bukti efektivitas strategi yang dijalankan.
“Di 2024 kami bertumbuh positif di atas pasar. Untuk 2025, kami optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan double digit, didukung kerja keras seluruh DVL Warriors dan visi para pemimpin di Darya-Varia,” katanya.
Melihat prospek ke depan, dr. Ian menilai sektor farmasi nasional masih menyimpan potensi besar, terutama dari pengembangan lini bisnis baru seperti alat kesehatan dan food for medical purpose. Kedua segmen tersebut diyakini dapat menjadi pendorong pertumbuhan baru yang berkelanjutan.




